Saat ini, tren di sektor teknologi dan informasi menunjukkan kecenderungan ke arah IT outsourcing pada seluruh lini produk dan layanan TI, mulai dari infrastruktur, man power, perangkat jaringan, penggunaan server, bahkan aplikasi. Salah satu evolusi pelayanan di sektor TI yang sudah terjadi dan akan mengalami pertumbuhan pesat adalah cloud computing.
Definisi cloud computing menurut Gartner adalah "Scalable and elastic capabilities are delivered as a Service to external customers using Internet Technologies."
Cloud dapat ditempatkan pada sebuah atau kumpulan data center, sebagai fasilitas yang dioperasikan oleh data center provider, pihak ketiga penyedia layanan, atau kombinasi dari keduanya. Melalui cloud tersebut, para pengguna mengakses kumpulan server untuk menjalankan aplikasinya. Pengguna akan merasa seolah-olah mereka memiliki storage yang tidak terbatas, tersedia kapan saja, tanpa ada keharusan untuk membeli, memesan, menginstalasi, maupun melakukan ujicoba terhadap sebuah sistem sebelum digunakan.
Service provider yang menyediakan layanan cloud computing, melakukan manajemen dari kumpulan hardware, software, serta kegiatan operasional lainnya untuk memastikan tercukupinya kapasitas dan sumber daya yang diperlukan. Beberapa teknologi yang menjadi kunci utama dalam penyediaan layanan cloud computing adalah virtualisasi dari software dan hardware, broadband networks, serta cloud management dan benchmarking tools.
Beberapa faktor yang mendasari pertimbangan para pelaku IT untuk beralih ke cloud computing:
Penggambaran dari ketiga kategori di atas adalah sebagai berikut: